ngeblog di kompasiana tentang pak beye dan istananya dengan semangat, "mengabarkan yang tidak penting agar yang penting tetap penting".“cogito ergo sum. aku berpikir (meragu), maka aku ada”. begitu rene descartes mengemukakan keberadaannya. tapi itu ribuan tahun lalu ketika kegilaan akan daya nalar menjadi kegandrungan setiap orang yang ingin diakui keberadaannya.
untuk saat ini, seperti telah dikemukakan banyak pemikir dan juga pemikir yang bisa menjadi penikmat, “aku mengkonsumsi maka aku ada”. tak heran barang-barang konsumsi pengusung citra tertentu menjadi ekspresi kepanjangan identitas diri. apa yang aku konsumsi adalah adanya aku atau sebagaian besar dari adanya aku.
tak heran barang-barang bermerek pengusung citra-citra tertentu dan ekslusif menjadi buruan untuk kepentingan sebuah eksistensi atau keberadaan. sebut saja mulai dari rumah atau apartemen, mobil, sepatu, pakaian, jam, kaca mata, dompet, atau tas jinjing yang kerap tidak ada isinya.
di istana kepresidenan jakarta, eksistensi diri atau setidaknya citra diri para tamu tetapnya kerap ditunjukkan dengan mobil yang dipakaianya, tidak peduli siapa yang membelikannya. karena itu, untuk acara-acara istimewa, mobil-mobil yang biasa terlihat di showroom berjajar rapi di halaman parkir istana. sungguh makmur negara kita sebenarnya meskipun semua itu merek dari luar negeri sana. bandingikan misalnya dengan pejabat india atau tidak jauh-jauh pejabat negara tetanga kita malaysia.
orang terkaya di indonesia versi majalah forbes aburizal bakrie menjadi salah satu pelakunya. di setiap acara berbeda, mobil yang dipakainya juga berbeda-beda. mungkin mobil-mobil itu perlu dipanasi sehingga perlu jgua sesekali dipakai untuk pergi. mobil-mobil ical antara lain camry jatah sebagai menteri, alphard, lexus, dan mercedes benz terbaru.
menteri lain juga tidak mau ketinggalan. koleksi mobil itu sempat muncul bersamaan ketika jakarta diterjang banjir, awal februari 2008. mobil-mobil jangkung ber-cc besar terkumpul di istana yang sedang menggelar rapat lantaran dikepung banjir.
kegemaran akan mobil ternyata juga terlihat dari putra bungsu pak beye, edhie baskoro yudhoyono alias ibaz. lulusan universitas australia dan singapura yang belum sempat bekerja profesional ini saat ini aktif di partai politik yang didirikan pak beye dan saat ini diketuai pakdenya hadi utomo. saat ini, ibaz merintis karir politik menjadi calon anggota legislatif dari daerah pemilihan jatim vii dimana pacitan masuk dalam salah satu cakupan daerahnya.
setidaknya, ada tiga mobil yang ditumpangi ibaz berganti-gantian tergantung acara yang hendak dihadiri. mobil itu antara lain dari toyota alphard, chevrolet, dan audi. tentu saja semua mobil itu model terbaru.
saya mengonsumsi maka saya ada.
Tags: audi istana, edhie baskoro yudhoyono, ibaz
Share on Facebook
Share on Twitter
Ndak masalah. Soalnya saya juga pengin. Punya banyak mobil, tapi yang dipakai cuma satu, kan tidak adil. Masa sih yang lain cuma dipanasi saban pagi?
Yang jadi masalah, kalau saya pakai mobil bagus ke sebuah acara, tuan rumah tidak melihatnya karena tidak menyambut saya di teras.
Rugi kalau mau pamer ternyata tak terlihat oleh yang dipameri.
Itu dari sisi saya. Dari sisi kantor pajak (dan KPK) mungkin lain lagi persoalannya. ![]()
Beranikah KPK telusuri darimana Tuan EB yang belum kerja profesional itu mendapat mobil-mobil berkelasnya? Jangan-jangan Tuan EB sedang mengikuti jejak langkah Tuan Tommy Soeharto yang juga punya koleksi mobil (dan cewek-cewek) mewah? Meneketehe hehehe….
Mas, banyak orang telanjur mencitrakan kebahagiaan harus diukur dari kemewahan. Agenda setting para produsen barang-barang mewah telah berhasil, dan kini mereka tinggal tepuk tangan….
minimal pesen STNK dengan nomor itu bisa 20 juta he he
Padahal nomornya gak Hoki…
(tanya pakar FengShui, deh!)
4 = Shi, Mati
2 4 –> dua kali Mati ![]()
ati2 sama 3 ta, harta tahta wanita, utamanya wanita soalnya ini yang paling enak dirasain ![]()
24 itu tanggal lahir mas Ibas, 24 November dan tentu saja EB adalah inisial Edhie Baskoro.
enak yg jadi pacarnya…
hari ini naek audi ya…soalnya acara cewek-cewek…
ntar lusa naek alpahrd..biar macho dikit…:)
oh gitu yah… hebat be’eng.. belum pernah kerja profesional tapi 3 mobilnya harganya jutaan rupiah.. dia kena pajak penghasilan gak ya?
kalo berdasarkan usia, udah bukan tanggungan bokapnya lagi
tapi kok duitnya ngalir terus.. ebat deh…
ya betul mbak erika, 24 itu tanggal lahir ibaz. salah satu sedan terbarunya bernomor polisi b 2411 eb. tampaknya ibaz mau mengikuti jejak ayahnya yang ketika tidak menggunakan mobil dinas dengan biaya negara memakai nomor polisi sesuai tanggal lahirnya b 9949 ys
Boss…ada kode etiknya gak untuk menampilkan plat no seseorang dalam ulasan feature, artikel, ataupun Blog.. melanggar privasi tidak ? mestikah meminta izin kepada empunya Plat ??
thanks
mas iqbal, ini pertanyaan sulit sebenarnya.
tapi karena presiden adalah pejabat negara dan ibaz adalah anaknya yang menjadi calon anggota legislatif, saya merasa sah-sah saja. ini bagian dari upaya kit bersama membuka mata. bukankah kita perlu mengawasi mereka? atau ada usul lain?
yg penting punya duit punya koneksi punya kuasa, plat nomor itu ya bisa aja sesuka hati kita, jangan sampai gara2 masalah ini kita seperti orang iri, ntar kalo dpt kesempatan yg sama, who know kita berbuat lebih dari itu,,jadi ya kesimpulannya Indonesia itu gak berubah,, sama2 aja,, apalagi presidennya dari militer,,ya lihat budaya seniornya lah,, cuma sampai kapan?? semua perangkat hukum saja masih kenal uang,, ya sudah..sogok sana sogok sini, jual beli perkara bisa jadi masih ada..tayangan KPK semalam di stasiun TV swasta membuka mata kita bagaimana uang itu adalah segalanya di mata hukum.. btw mas ibas,,kalo you baca tulisan ini,, i tau lah nomor berapapun you pengen you pasti bisa saat ini,,gratis pula,,syukuri saja yg ada,,selama bpk you masih jumeneng,,enak yaa,,ya enak pasti,,
Yah begitulah Indonesia. Wong bapaknya jadi RI 1, masak mau hidup kere. kita nggak usah munafiklah. Dulu waktu Tommy terkenal dg mobil dan ceweknya, semua orang pada ngomongin. nah sekarang EB yg punya mobil 3. Biarin deh, mumpung ebesnya masih njabat. Kalo gak jabat lagi, yah udah jadi orang biasa lagi. Tau, jangan2, kita yang IRI dgn dia….siapa tahu…
Untungnya saat ini saya pun dah biasa naek alphard kayak si Edhie meski cuma sebatas taksi, kapan ya audi, lexus, dll juga dibikin taksi biar rakyat jelata bisa merasakannya jg:D
huh…cuman bikin mangkel aja
Dek Inu, tolong ya itu, lain kali mbok ya saya dikasih tahu kalau sampeyan hendak motret. Jadi saya bisa sekalian mejeng di samping properti Dek Ibas
Parkir di mana mobil itu Nu?
Tetap menulis ya.
Perhatian..perhatiannn..!! Jangan pilih presiden yang gak bisa ngatur anaknya…
Jangan pula pilih presiden indonesia yang anaknya kemana-mana maunya cuma pakai bajay. Jakarta kan panass… Masak Mas Ibas yang ganteng jadi harus mandi keringat? Istana yang sakral dan tidak boleh berisik, kan pada jadi bau. Bau keringat..! ihhh… bikin malu aja.
Nu, pan kalo jadi anak babe udah KUDU punya resep hidup kaya gini –> ambition + power = greed…nah, jadi deh Mas Ibaz muter2 naik Audi.
Weleh… belum baru jadi caleg mobilnya udah 3, udah jadi legislatif beneran bisa 6…tapi biarin deh namanya juga anak presiden… kan enggak lucu kalau dia koleksi bajay kaya bajuri ![]()
mbak ratna penggemar batik sejati, itu properti ngejokrok di istana kok berhari2. memang butuh jeli untuk bisa mengenali. nanti kalo ada obyek foto yg menarik lagi saya kabari biar bisa mejeng dan berpantas diri. hihihihihi.
saya lagi di laweyan nih lewat oemah ny akbar tanjung dan memborong batik rakyat yang memikat.
Ada ungkapan yang pernah saya dengar. Begini, katanya kalau bapak/ortu-nya kaya (hidup enak plus ful fasilitas), anaknya pun akan ikut kaya (yang tentu saja ikut hidup enak juga plus nebeng ‘fasilitas’ ortu). Tapi, kasihan yang jadi ortu. Sebab katanya, kalau anaknya yang hidup enak dan kaya, ortu-nya belum tentu ikutan kaya dan hidup enak. Jadi, kapan lagi?!
Masyarakat bukannya iri atau kepengen, mobil apa saja yang Ibas pakai tidak masalah, ASALKAN….
Nah, asalkannya itu yang menjadi soal… Sebab akan banyak asal yang menjadi buah bibir.
Ibas hanyalah anak muda yang masih perlu bimbingan orang tua. Sebagai Ibu, Ibu Any harus tegas atas segala benda yang dimiliki anaknya, jika memang itu bukan dia yang membelikan….? Dan kalaupun dia yang membelikannya…..,hehe… koq banyak juga ya duitnya, tinggal gunting kalle…?!
Nah kan…., ASALKAN itu membuahkan bibir “memble”….hehe..?
lihat dari kisah kerja bapanya waktu di TNI, saya ga kaget kenapa bisa anaknya punya seperti itu. bapanya ga punya working experience mengesankan di TNI aja bisa jadi presiden RI apalagi soal ginian. jadi…buah emang ga jatuh jauh dari pohonnya.
hmm…susah juga ya kalau kita mau buat ulasan plat… kebanyakan yang punya plat “seksi” seperti itu bukan pejabat negara saja, orang2 kaya juga banyak…nah boleh gak yaa.. takur di tuntut pula ntar… ![]()
enak pacarnya hari ini naik mobil ini, besok naik itu kalo udah abis naik apa ya?
btw pada iri semua ya?hahaha sama….
tapi soal dari mana asalnya mending njawab menekutehe deh dari pada nebak berdosa!!
PADA RESK SEMUA KOMENTAR2 NYA..BIARIN AJA WONG DIA SENENG KOK…KALI AJA WANGNYA DI DAPET DR TABUNGAN NYA SEJAK KECIL…WANG JAJAN NYA KAN GEDE DR BOKAP/NYOKAPNYA. MAKANYA KALIAN HARUS RAJIN NABUNG DR DINI…BIAR BISA BELI MOBIL KAYAK GITU,,,,,JANGAN JAJAN MULU…LIHAT PAK BEYE KLO JAJAN YG MURAH (BAKSO) NAH LOLO PADE BLOM KAYA UDAH JAJAN DI MCDONALD DI KURAS KANTONG LOE…HEHEHE
nyzisdeh…
nyzisdeh…
Saya juga ikut ketularan pengin show-off. Mobil saya juga banyak lho. Merknya dari Hino sampai Mercedes seri OH. Mobil mewah lain yang tak pernah saya kendarai : sapu.
Ketika “EB” jadi bintang iklan yang menyatakan tidak untuk korupsi, saya nulis di blog saya : apa relevan dia sebagai tokoh anti korupsi ? Lha wong tak punya kerjaan, baru jadi caleg, mau korupsi dari mana ?
Kini ia sudah memiliki Audi, ya hanya Yang Maha Tahu yang bisa tahu akan asal-muasal mobil Jerman itu.
Thanks Mas, Inu.
jyah..
anak muda yg kelewat hedonis..
kirim komentar
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. ...